MIP
DEVP
Kembali ke Artikel
Digital Marketing

Pernah Dikejar Iklan Produk yang Baru Kamu Lihat? Ini Rahasia 'Sakti' Dibalik Retargeting!

M
MIPDEVP Team
24 Juni 2026
2 menit
#
Quick ActionsMobile
Pernah Dikejar Iklan Produk yang Baru Kamu Lihat? Ini Rahasia 'Sakti' Dibalik Retargeting!
2 menit
Digital Marketing

Pernah merasa diikuti iklan produk yang baru saja kamu intip? Jangan baper, itu adalah teknik rahasia para ahli untuk bikin kamu akhirnya 'check out'.

Pernah nggak sih, kamu baru aja lihat-lihat sepatu di sebuah situs e-commerce, eh nggak lama kemudian, iklan sepatu yang sama 'nongol' terus di feed Instagram kamu? Tenang, itu bukan sihir, melainkan strategi pemasaran canggih yang disebut retargeting. Menurut laporan mendalam dari Business.com, retargeting adalah cara cerdas bagi pemilik bisnis untuk 'menjemput bola' dengan menyasar kembali audiens yang sudah pernah berinteraksi, namun belum sampai pada tahap transaksi akhir.

Bagaimana Cara Kerjanya?

Secara teknis, retargeting bekerja dengan menanamkan semacam jejak digital—biasanya menggunakan cookies atau tracking pixels—pada browser pengunjung website. Ketika seseorang meninggalkan situs tanpa membeli, data tersebut memungkinkan brand untuk tetap tampil di hadapan mereka lewat iklan di media sosial atau jaringan display. Seperti yang diungkapkan Gerard LaFond dari The Hoffman Agency, teknik ini sangat efektif karena kita tidak sedang 'menebar jaring' ke orang asing, melainkan menyapa mereka yang sudah punya ketertarikan nyata terhadap produk kita. Baca selengkapnya di sini.

"Retargeting adalah strategi digital yang digunakan untuk memaksimalkan media spend dengan menyasar pengguna yang sudah hangat (warm users)." — Gerard LaFond.

Mengapa Harus Pakai Retargeting?

Ada beberapa alasan mengapa strategi ini dianggap krusial di tahun 2026 ini:

  • Efisiensi Anggaran: Fokus pada audiens yang sudah 'berminat' jauh lebih murah daripada iklan cold-traffic.
  • Top of Mind: Mengingatkan calon pembeli tentang produk yang sempat mereka lirik agar tidak lupa dan pindah ke kompetitor.
  • Konversi: Membantu memulihkan abandoned cart atau pengunjung yang ragu-ragu di tengah sales funnel.

Meski sangat powerful, kamu juga harus berhati-hati. Jangan sampai iklanmu muncul terlalu sering hingga membuat calon pelanggan merasa 'diintimidasi' atau risih. Kunci suksesnya adalah keseimbangan. Gunakan A/B testing untuk mencari tahu jenis iklan, visual, atau penawaran apa yang paling disukai audiensmu. Selain itu, pastikan kamu selalu transparan soal data pengguna agar tetap mematuhi regulasi privasi yang berlaku.

Jangan tertukar antara retargeting dan remarketing ya! Walaupun sering dianggap sama, remarketing biasanya lebih fokus pada jalur email marketing, sementara retargeting lebih ke arah iklan berbayar berbasis cookies atau tracking events di situs web. Keduanya bisa kamu kombinasikan untuk hasil yang lebih maksimal dalam strategi digital marketing secara keseluruhan. Kesimpulannya, jangan biarkan calon pelangganmu pergi begitu saja tanpa usaha untuk memanggil mereka kembali!


Sumber berita https://www.business.com/articles/what-is-retargeting/

Tags

Diskusi (0)

Tulis Komentar

Komentar akan dimoderasi sebelum ditampilkan untuk menjaga kenyamanan bersama.

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memulai diskusi!

Siap Kolaborasi

Butuh bantuan menerapkan insight ini ke bisnis Anda?

Tim MIPDEVP siap membantu membangun produk digital, automasi, atau strategi pemasaran berbasis teknologi yang relevan dengan kebutuhan Anda.

Konsultasi Gratis

Respon cepat dalam 1x24 jam • Tidak ada biaya tersembunyi