MIP
DEVP
Kembali ke Artikel
Artificial Intelligence

AI Makin Liar, Kok Oklahoma Malah Rem Aturan? Ini Alasan di Baliknya!

M
MIPDEVP Team
24 Juni 2026
3 menit
#
Quick ActionsMobile
AI Makin Liar, Kok Oklahoma Malah Rem Aturan? Ini Alasan di Baliknya!
3 menit
Artificial Intelligence

Pernah membayangkan kandidat politik difitnah lewat video AI yang 100% terlihat nyata? Oklahoma hampir punya aturannya, tapi sayangnya, regulasi AI di sana justru sedang 'macet total'. Inilah drama di balik layar yang perlu kalian tahu!

Teknologi Artificial Intelligence (AI) berkembang secepat kilat, tapi di Oklahoma, upaya untuk mengaturnya justru seperti menabrak tembok. Menurut laporan dari Oklahoma Watch, sebagian besar RUU terkait AI yang diajukan selama sesi legislatif 2026 gagal melangkah lebih jauh. Meskipun sudah ada niat kuat dari legislator untuk membatasi penyalahgunaan seperti deepfake atau perlindungan anak, inisiatif ini sering kali terhenti sebelum sampai ke tahap akhir.

Dilema Regulasi dan Tekanan Pusat

Salah satu faktor utama yang menghambat adalah bayang-bayang perintah eksekutif dari Presiden Donald Trump. Sang Presiden sempat memperingatkan negara bagian untuk tidak "menghambat" inovasi AI, dengan alasan bahwa regulasi yang berlebihan dapat mengganggu daya saing Amerika Serikat melawan rival global seperti China. Meski banyak negara bagian lain seperti California, Illinois, dan Colorado tetap nekad membuat aturan sendiri, Oklahoma memilih untuk lebih berhati-hati dan menahan diri.

Ancaman Deepfake di Panggung Politik

Isu political advertising atau iklan politik berbasis AI menjadi perhatian khusus bagi Gubernur Kevin Stitt. Ia bahkan sempat mempertimbangkan sesi khusus untuk membahas aturan AI dalam kampanye agar pemilih tidak "dibodohi" oleh konten palsu. Anggota DPR, Carl Newton, juga sempat mengajukan aturan untuk melarang deepfake politisi dalam 90 hari menjelang pemilu, namun usulan tersebut bahkan tidak mendapatkan sesi dengar pendapat di komite.

Nasib Regulasi di Tangan Senat

Di sisi lain, Rep. Cody Maynard sempat mengajukan paket tiga undang-undang untuk memberikan "pengaman masuk akal" bagi penggunaan AI. Meski sempat lolos di DPR, langkahnya terhenti di Senat. Maynard menyebutkan bahwa ia harus melakukan banyak edukasi agar rekan-rekannya memahami urgensi regulasi ini. Ia menekankan bahwa kerugian nama baik seseorang akibat konten palsu sudah sangat mengkhawatirkan.

"Orang-orang khawatir tentang AI. Merusak nama baik seseorang dengan sesuatu yang palsu itu sangat meresahkan, dan AI sudah sangat canggih sampai-sampai kita hampir tidak bisa membedakan mana yang asli dan bukan," ungkap Maynard.

Harapan Baru di Sektor Pendidikan

Meski banyak aturan yang kandas, ada secercah cahaya bagi perlindungan publik. Senate Bill 1734 telah disahkan, menciptakan Oklahoma Responsible Technology in Schools Act. Aturan ini membatasi penggunaan AI di sekolah negeri dan mewajibkan notifikasi kepada orang tua. Guru kini diwajibkan meninjau hasil kerja AI sebelum digunakan di kelas, dan AI dilarang menjadi penentu tunggal dalam nilai atau nasib siswa. Baca selengkapnya di sini.


Sumber berita https://journalrecord.com/2026/06/22/oklahoma-holds-back-ai-regulations-despite-political-concerns/

Tags

Diskusi (0)

Tulis Komentar

Komentar akan dimoderasi sebelum ditampilkan untuk menjaga kenyamanan bersama.

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memulai diskusi!

Siap Kolaborasi

Butuh bantuan menerapkan insight ini ke bisnis Anda?

Tim MIPDEVP siap membantu membangun produk digital, automasi, atau strategi pemasaran berbasis teknologi yang relevan dengan kebutuhan Anda.

Konsultasi Gratis

Respon cepat dalam 1x24 jam • Tidak ada biaya tersembunyi