Bayangkan jika Anda bisa membayar langganan aplikasi favorit Anda dengan harga lebih murah tanpa harus melewati sistem pembayaran yang ketat. Kini, otoritas Inggris sedang berupaya keras untuk mewujudkannya!
Tantangan Berat bagi Raksasa Teknologi
Kabar mengejutkan datang dari Inggris! Competition and Markets Authority (CMA), pengawas persaingan usaha di sana, baru saja mengumumkan langkah agresif untuk menggoyang "duopoli efektif" yang selama ini dikuasai oleh Apple dan Google. Menurut laporan dari The Guardian, otoritas ini merasa bahwa sistem toko aplikasi saat ini sangat membatasi pengembang dan merugikan konsumen, terutama dengan kebijakan komisi yang mencapai 30% untuk setiap transaksi di dalam aplikasi.
Mengapa Ini Terjadi?
Masalah utama yang disorot oleh regulator adalah pembatasan "steering" atau kemampuan aplikasi untuk mengarahkan pengguna ke situs web luar guna melakukan pembayaran. Saat ini, karena kebijakan ketat dari Apple dan Google, banyak aplikasi populer seperti Spotify memilih untuk tidak menawarkan langganan langsung di dalam toko aplikasi karena enggan membayar komisi yang dianggap terlalu mahal. Akibatnya, pengguna justru dibuat repot karena harus beralih ke browser desktop untuk menyelesaikan transaksi.
"Ini bukan hanya karena pilihan itu sangat berharga, tetapi juga karena kami melihat ini sebagai cara terbaik untuk memberikan tekanan kompetitif di bagian vital ekosistem seluler," ujar Will Hayter, direktur eksekutif pasar digital di CMA.
Dampak bagi Pengguna dan Pengembang
CMA kini tengah berkonsultasi mengenai rencana untuk menghapus hambatan tersebut, yang memungkinkan pengembang aplikasi untuk menawarkan metode pembayaran alternatif. Jika aturan ini diterapkan secara luas, bukan tidak mungkin biaya langganan yang kita bayar menjadi lebih murah karena pengembang tidak lagi terbebani biaya komisi yang tinggi kepada pemilik platform. Selain itu, CMA juga sedang mempertimbangkan untuk mewajibkan Apple membuka akses teknologi NFC (Near-Field Communication), yang bisa membuka pintu bagi inovasi pembayaran nirsentuh baru di perangkat iOS.
Pembelaan Raksasa Teknologi
Tentu saja, pihak raksasa teknologi tidak tinggal diam. Apple secara tegas menyatakan bahwa perubahan ini dapat membahayakan keamanan pengguna. Mereka berpendapat bahwa ketika pengguna diarahkan keluar dari infrastruktur pembayaran mereka yang "terpercaya", pengguna berisiko terpapar penipuan dan sistem kontrol orang tua pun bisa disiasati dengan mudah.
Langkah Selanjutnya
Langkah ini merupakan kelanjutan dari keputusan tahun lalu di mana Apple dan Google diberikan "status pasar strategis" oleh CMA, yang memberikan wewenang lebih besar kepada regulator untuk mengatur perilaku kedua perusahaan tersebut. Bagi Anda yang ingin mengikuti detail teknis dan perkembangan kebijakan ini lebih lanjut, Anda bisa Baca selengkapnya di sini.",cta:
Sumber berita https://www.theguardian.com/business/2026/jun/30/uk-apple-google-mobile-app-stores-developers-payment-cma




Diskusi (0)
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memulai diskusi!