Bayangkan menunggu game paling dinanti selama 10 tahun, lalu memutuskan untuk membangunnya sendiri pakai AI. Inilah kisah nekat seorang founder startup yang mencoba 'vibe coding' tiruan GTA VI!
Kita semua tahu betapa antusiasnya para gamer menunggu perilisan Grand Theft Auto VI yang dijadwalkan meluncur November 2026 nanti. Penantian selama satu dekade sejak GTA V rilis di 2013 memang terasa sangat panjang. Namun, alih-alih hanya menunggu dengan sabar, seorang pengusaha muda bernama Ziwen Xu memilih jalan yang jauh lebih ekstrem: dia mencoba membangun versinya sendiri menggunakan bantuan AI.
Menurut laporan dari Gizmodo, founder startup asal perusahaan Hyperecho ini memulai tantangannya dengan apa yang disebut sebagai vibe coding. Ini adalah metode pengembangan di mana programmer mengandalkan perintah bahasa alami untuk memicu asisten AI—dalam hal ini Claude Fable 5 dari Anthropic—untuk menulis, menyusun, hingga mendebug kode proyek secara otomatis.
Bagaimana Progresnya?
Pada hari-hari awal, hasil dari eksperimen Xu mungkin terlihat lucu dan jauh dari ekspektasi sebuah game AAA. Bayangkan saja, karakternya hanyalah sebuah objek berbentuk oval biru yang melompat di antara blok-blok abu-abu. Namun, Xu tidak menyerah. Dia secara rutin membagikan perkembangan kodenya di GitHub dan memposting progresnya di X. Mengutip dari pernyataannya:
\"Tujuannya: mengalahkan peluncuran GTA VI yang asli. Ambisius, mungkin bodoh, tapi saya tetap melakukannya.\"
Seiring berjalannya waktu, perkembangan yang dicapai cukup mengejutkan. Hanya dalam beberapa hari, Xu berhasil memunculkan model karakter manusia yang bisa berlari di lingkungan perkotaan. Meskipun masih banyak glitch—seperti munculnya gedung pencakar langit khas Los Angeles yang seharusnya tidak ada di latar setting Florida—proyek ini sudah menyertakan NPC (Non-Playable Characters), kendaraan yang bisa dikendarai, bahkan sistem persenjataan.
Metode vibe coding sendiri memang memicu perdebatan di dunia teknologi. Meskipun beberapa pendiri startup ternama mulai gemar menggunakannya, ada juga tokoh seperti Andrej Karpathy (salah satu pendiri OpenAI) yang justru berpendapat bahwa penggunaan agen AI untuk tugas kompleks seperti ini masih sering kali net unhelpful. Apakah Xu akan berhasil mencapai mimpinya sebelum Rockstar Games merilis GTA VI yang asli? Atau apakah ini hanya akan berakhir sebagai eksperimen menarik yang kandas di tengah jalan? Waktu yang akan menjawabnya. Jika Anda penasaran dengan kodenya, Anda bisa mengecek repositori GitHub-nya di sini.
Sumber berita https://gizmodo.com/this-guy-is-trying-to-vibe-code-gta-6-before-its-official-release-2000771395




Diskusi (0)
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memulai diskusi!