MIP
DEVP
Kembali ke Artikel
Artificial Intelligence

Kenapa Perusahaan Besar Mulai 'Kabur' dari Public Cloud untuk Urusan AI? Ternyata Ini Alasannya!

M
MIPDEVP Team
10 Juni 2026
2 menit
#
Quick ActionsMobile
Kenapa Perusahaan Besar Mulai 'Kabur' dari Public Cloud untuk Urusan AI? Ternyata Ini Alasannya!
2 menit
Artificial Intelligence

Pernahkah Anda membayangkan perusahaan-perusahaan raksasa mulai menarik pulang infrastruktur AI mereka dari 'awan' ke server lokal mereka sendiri? Ternyata, ada alasan krusial di balik pergeseran besar ini!

Tren adopsi AI di dunia enterprise sedang mengalami pergeseran yang cukup menarik. Berdasarkan laporan terbaru dari Broadcom, banyak perusahaan kini mulai berpaling dari public cloud dan lebih memilih untuk menjalankan beban kerja AI inference mereka di private cloud. Fenomena ini menjadi sinyal kuat bahwa fase eksperimen sudah lewat, dan kini perusahaan lebih fokus pada stabilitas operasional.

Mengapa Private Cloud Kembali Dilirik?

Survei yang melibatkan 1.800 pemimpin IT senior oleh Radius Tech menunjukkan angka yang cukup mengejutkan. Penggunaan public cloud untuk inference turun drastis dari 56% menjadi 41% dalam kurun waktu satu tahun saja. Menurut Prashanth Shenoy dari VMware Cloud Foundation di Broadcom, saat ini kita telah mencapai "titik balik AI" di mana private cloud menjadi platform pilihan utama. Ini bukan sekadar tren sesaat, melainkan strategi jangka panjang.

Ada beberapa alasan utama mengapa perusahaan mulai melakukan repatriasi beban kerja mereka:

  • Keamanan dan Kepatuhan: Menjaga data sensitif di lingkungan sendiri memberikan kontrol penuh bagi perusahaan.
  • Prediktabilitas Biaya: Terutama dengan munculnya agentic AI, biaya public cloud bisa melonjak secara eksponensial dan sulit diprediksi.
  • Kedekatan Data: Model AI kini harus berada di lokasi di mana data tersebut dihasilkan agar lebih efisien.

"Old assumption that every workload eventually moves to public cloud has broken down," ujar Mauricio Sanchez, analis di Dell’Oro Group. Pernyataan ini menegaskan bahwa strategi cloud saat ini memerlukan pendekatan yang lebih hybrid dan terukur.

Biaya dan Efisiensi di Balik Layar

Masalah biaya memang menjadi sorotan utama. Sekitar 62% pemimpin IT mengaku sangat khawatir dengan infrastruktur generative AI dan agentic AI yang bisa membengkak tanpa kendali. Selain itu, sekitar 97% responden mengakui adanya pemborosan anggaran di public cloud. Oleh karena itu, membangun private cloud yang mampu menangani beban kerja AI yang berat kini dianggap sebagai langkah investasi yang lebih masuk akal bagi skala enterprise.

Baca selengkapnya di sini untuk memahami lebih dalam bagaimana arsitektur modern ini dirancang untuk menjawab tantangan data sovereignty dan latensi di masa depan. Bagi perusahaan yang mengolah data steady state, private cloud menawarkan keseimbangan yang jauh lebih baik dibandingkan fleksibilitas public cloud yang seringkali menjadi pedang bermata dua.


Sumber berita https://www.networkworld.com/article/4182967/ai-inference-moving-to-private-clouds-broadcom-says.html

Tags

Diskusi (0)

Tulis Komentar

Komentar akan dimoderasi sebelum ditampilkan untuk menjaga kenyamanan bersama.

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memulai diskusi!

Siap Kolaborasi

Butuh bantuan menerapkan insight ini ke bisnis Anda?

Tim MIPDEVP siap membantu membangun produk digital, automasi, atau strategi pemasaran berbasis teknologi yang relevan dengan kebutuhan Anda.

Konsultasi Gratis

Respon cepat dalam 1x24 jam • Tidak ada biaya tersembunyi