Bayangkan kehilangan hampir setengah triliun rupiah setiap tahun hanya karena Anda terlalu lambat merespons pelanggan. Inilah realitas pahit yang sedang dihadapi banyak bisnis, dan IBM bersama Adobe baru saja menemukan solusinya.
Pernahkah Anda merasa sebagai pelanggan bahwa sebuah brand tidak benar-benar mengerti apa yang Anda butuhkan, padahal mereka punya semua data Anda? Ternyata, Anda tidak sendirian. Menurut laporan terbaru dari IBM Institute for Business Value yang dirilis pada April 2026, perusahaan di seluruh dunia kehilangan rata-rata $29 juta per tahun hanya karena mereka terlalu lambat merespons keinginan pelanggan. Kesenjangan antara data yang dimiliki perusahaan dan kemampuan mereka untuk bertindak secara real-time menjadi lubang besar yang menguras profitabilitas.
Mengapa Orchestration Adalah Kunci?
Masalah utamanya bukan kurangnya data, melainkan kurangnya orchestration. Saat ini, hanya 34% data pelanggan yang benar-benar digunakan untuk mengambil keputusan. IBM Consulting dan Adobe kini berkolaborasi untuk memecahkan kebuntuan ini. Dengan memadukan teknologi agentic AI seperti IBM watsonx Orchestrate dan Adobe Experience Platform Agent Orchestrator, mereka mencoba menciptakan "jaringan ikat" yang menyatukan data, keputusan, dan eksekusi secara instan. Hasilnya? Pengalaman pelanggan yang terasa seperti "dibaca pikirannya" sebelum mereka sempat mengeluh.
"Loyalty isn’t won by AI alone, but by the experiences AI makes possible," ungkap laporan tersebut. Ini menegaskan bahwa teknologi bukan sekadar alat, melainkan fondasi untuk membangun koneksi manusia yang lebih baik.
Dampak Nyata di Lapangan
IBM tidak sekadar berteori. Mereka mulai menerapkan solusi spesifik untuk industri seperti penerbangan dan kesehatan. Sebagai contoh, Riyadh Air telah menjadi pionir dalam menggunakan agentic concierge berbasis watsonx untuk membantu staf memberikan dukungan pelanggan yang presisi secara real-time. Di sektor kesehatan, kolaborasinya berfokus pada penghapusan hambatan administratif. Seperti yang dijelaskan oleh Eric Martinez dari The Cigna Group, pasien sering kali lelah menjadi satu-satunya pihak yang harus mengoordinasikan informasi mereka sendiri di antara dokter, klinik, dan asuransi.
Keuntungan yang Terukur
Bagi perusahaan yang berhasil menerapkan sistem AI-driven orchestration ini, manfaatnya sangat signifikan:
- 13% penurunan biaya akuisisi pelanggan.
- 38% peningkatan customer lifetime value.
- Keunggulan 4 poin dalam skor kepuasan pelanggan.
Implementasi ini membuktikan bahwa dengan menyatukan data yang terfragmentasi, perusahaan bisa beralih dari mode "reaktif" menjadi "proaktif". Jika Anda tertarik mendalami bagaimana riset ini membedah masa depan interaksi digital, Baca selengkapnya di sini. Di dunia di mana loyalitas pelanggan sangat rapuh, kecepatan dalam merespons niat pelanggan bukan lagi opsional, melainkan penentu kelangsungan bisnis.
Sumber berita https://newsroom.ibm.com/2025-04-21-ibm-introduces-industry-solutions-for-ai-powered-experience-orchestration-with-adobe




Diskusi (0)
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memulai diskusi!