Pernah terpikirkan dibayar hingga Rp3 miliar per tahun hanya untuk 'bermain' di media sosial dan ikut tren internet? Itulah yang sedang dicari oleh DoorDash saat ini!
Era Baru Pemasaran Digital
Dunia pemasaran digital benar-benar sedang berubah drastis. Berdasarkan laporan terbaru dari Business Insider, perusahaan pengiriman makanan raksasa DoorDash baru saja membuka posisi pekerjaan yang sangat unik. Mereka mencari seseorang untuk mengisi peran "eksekutif komunikasi" dengan kompensasi yang sangat fantastis, yakni berkisar antara $136.000 hingga $200.000 per tahun—atau jika dirupiahkan, bisa mencapai lebih dari Rp3 miliar!
Bukan Lowongan PR Biasa
Yang membuat lowongan ini menarik perhatian banyak orang adalah deskripsi pekerjaannya yang tidak seperti staf humas (Public Relations) konvensional. DoorDash secara blak-blakan mencari sosok yang merupakan perpaduan unik antara "fight promoter meets growth hacker meets clip merchant". Mereka tidak mencari orang yang kaku atau yang hanya mengikuti pedoman brand yang membosankan. Sebaliknya, mereka menginginkan seseorang yang bisa "terjun bebas" ke dalam percakapan real-time di platform X (sebelumnya Twitter).
Strategi 'Unhinged Marketing'
Perusahaan mengakui bahwa mereka ingin "membangun generasi berikutnya dari perdagangan lokal," yang mencakup teknologi robot otonom hingga perangkat lunak di dalam toko. Untuk mencapai target audiens yang melek teknologi dan "terminally online," DoorDash ingin mengadopsi mentalitas 'build in public'. Mereka terinspirasi oleh kesuksesan strategi pemasaran "unhinged" atau nyeleneh yang dilakukan oleh brand-brand seperti Wendy's yang hobi mer roasting pengguna, atau Duolingo yang viral berkat respon-respon uniknya di media sosial.
"Ini bukan peran komunikasi eksekutif tradisional. Ini bukan PR kantor pers. Ini bukan sosial media brand biasa. Ini adalah peran yang sangat bergantung pada penilaian, mengutamakan media sosial, dan berada di persimpangan antara strategi korporat dan budaya internet yang berfokus pada pengaruh, kredibilitas, dan distribusi," tulis DoorDash dalam pengumumannya.
Belajar dari Kasus McDonald's
Langkah berani ini tampaknya dipicu oleh tren keterlibatan audiens yang sangat tinggi di media sosial baru-baru ini. Salah satu contoh nyata adalah ketika CEO McDonald's, Chris Kempczinski, melakukan uji coba burger yang menjadi bahan olok-olokan netizen. Bukannya meredup, kontroversi tersebut justru membuat engagement online mereka meroket dengan jutaan penayangan. Baca selengkapnya di sini.
Apakah Anda Kandidat yang Dicari?
Menariknya, DoorDash secara spesifik menyebutkan bahwa pengalaman PR atau komunikasi tradisional bukanlah syarat mutlak untuk melamar posisi ini. Mereka lebih memprioritaskan kemampuan kandidat dalam memahami bahasa internet, mengikuti tren, dan berani mengambil risiko untuk meningkatkan kredibilitas perusahaan di mata publik melalui konten-konten yang organik dan tidak terkesan "dibuat-buat" oleh departemen pemasaran yang kaku. Ini adalah bukti nyata bahwa di tahun 2026, pengaruh di dunia maya jauh lebih berharga daripada siaran pers resmi.
Sumber berita https://www.businessinsider.com/doordash-job-social-media-viral-unhinged-marketing-x-2026-5




Diskusi (0)
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memulai diskusi!